Tampilkan postingan dengan label Bulan Sya'ban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan Sya'ban. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2013

BEKAL MENYAMBUT BULAN SYA’BAN



Tak terasa bulan mulia Rajab hampir meninggalkan kita, maka sebentar lagi kita memasuki bulan Sya’ban, bulannya Rasulullah Saw. Sebagai bekal menyambut kedatangan bulan Sya’ban yang mulia, tentunya akan menjadi lebih mulia manakala kita isi dengan kegiatan yang mulia pula. Tidaklah usah menanggapi cibiran segelintir orang yang mempermasalahkan perihal amalan-amalan di bulan Sya’ban. Selamat dipelajari, diamalkan dan dicopas atau dishare ke semua teman. Semoga bermanfaat, Aamiin.

BEKAL MENYAMBUT MALAM NISHFU SYA’BAN


Daftar Isi:

a. Peristiwa dan Keistimewaan Bulan Sya’ban
b. Malam Nishfu Sya’ban
c. Hadits-hadits Tentang Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban
d. Perkataan Para Ulama Tentang Malam Nishfu Sya’ban
e. Doa Malam Nishfu Sya’ban

Sya'ban terdiri dari 5 huruf (dalam kitabnya AL GHUN-YAH hlm, 188)

Syaikh Abdul Qodir Al Jilaniy Al Hasani berkata dalam kitabnya AL GHUN-YAH hlm, 188:

(فصل)
شعبان خمسة أحرف, شين وعين وباء وألف ونون

فالشين من الشرف
والعين من العلو
والباء من البر
والألف من الألفة
والنون من النور

فهذه العطايا من الله تعالى للعبد فى هذا الشهر
وهو شهر تفتح فيه الخيرة
وتنزل فيه البركات
وتترك فيه الخطيئات
وتكفر فيه السيئات
وتكثر فيه الصلوات على محمد صلى الله عليه وسلم خير البريات

(FASAL)

Sya'ban terdiri dari 5 huruf, yaitu (syin) ('ain) (ba') (alif) (nun)

Huruf (syin) adalah berasal dari kata (syarof) yaitu KEMULIAAN
Huruf ('ain) adalah berasal dari kata ('uluw) yaitu LUHUR
Huruf (ba') adalah berasal dari kata (birri) yaitu KEBAJIKAN
Huruf (alif) adalah berasal dari kata (ulfah) yaitu KASIH SAYANG
Huruf (nun) adalah berasal dari kata (nur) yaitu CAHAYA

Ini semua adalah anugerah dari Allah untuk hamba-Nya di bulan ini.
Ia adalah bulan dibuka nya segala kebaikan, turunnya keberkahan, meninggalkan dosa dosa, melebur dosa dosa dan memperbanyak sholawat kepada baginda Nabi Muhammad sholallahu alaihi wa sallam

لأن الأيام ثلاثة

أمس وهو أجل
واليوم وهو عمل
وغدا وهو أمل
فلاتدرى هل تبلغه أم لا

Karena hari hari itu ada 3

HARI KEMARIN, ia adalah tiada telah berlalu
HARI INI, ia adalah waktunya berbuat
HARI BESOK, ia adalah angan angan, engkau tidak tahu bisa sampai besok atau tidak.

فأمس موعظة
واليوم غنيمة
وغدا مخاطرة

HARI KEMARIN adalah nasehat
HARI INI adalah rampasan perang
HARI BESOK adalah menghawatirkan

وكذلك الشهور ثلاثة
رجب فقد مضى وذهب فلا يعود
ورمضان وهو منتظر لاندرى هل تعيش الى ادراكه ام لا
وشعبان وهو واسطة بين شهرين فليغتنم الطاعة فيه

Begitu juga bulan ada 3
Bulan Rojab adalah telah berlalu pergi dan tak kembali
Dan bulan Ramadhan masih dalam penantian. Kita tidak tahu apakah engkau masih hidup menjumpainya atau tidak?
Dan bulan Sya'ban adalah bulan ditengah antara dua bulan tsb, oleh sebab itu gunakanlah kesempatanmu untuk berbuat TAAT KEPADA ALLAH di dalamnya....

Bersambung.....
Sumber : https://www.facebook.com/baba.naheel/posts/539845556077856?ref=notif&notif_t=close_friend_activity

Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban Menurut al-Madzahib al-Arba’ah

Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban Menurut al-Madzahib al-Arba’ah

Menanggapi tudingan beberapa oknum orang yang menyatakan bahwa menghidupkan malam nisfu sya’ban sebagai perbuatan bid’ah, maka kami tergerak untuk mencoba memberikan jawaban dengan menukil penjelasan dari ulama-ulama dalam lingkup madzhab empat(al-Madzahib al-Arba’ah) mengenai hal tersebut.

Kenapa kok al-Madzahib al-Arba’ah?? Karena sebagaimana yang telah disepakati ulama,keempat madzhab itulah yang sampai saat ini bisa dipertanggung jawabkan silsilah keilmuannya dan juga sudah banyak dibukukannya ajaran-ajaran mereka oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka (Mudawwan/terkodifikasi).
Tidak berpanjanglebar, berikut kami nukilkan pandangan-pandangan ulama al-Madzahib al-Arba’ah mengenai hal ini.

Ulama Madzhab Hanafiyyah

Ibnu Najim didalam kitab al-Bahr ar-Raiq 2/56 menyampaikan:

ومن المندوبات إحياء ليالي العشر من رمضان وليلتي العيدين وليالي عشر ذي الحجةوليلة النصف من شعبان كما وردت به الأحاديث وذكرها في الترغيب والترهيب مفصلة . والمراد بإحياء الليل قيامهوظاهره الاستيعاب ويجوز أن يراد غالبه .
ويكره الاجتماع على إحياء ليلة من هذه الليالي في المساجد قال في الحاوي القدسيولا يصلي تطوع بجماعة غير التراويح وما روي من الصلوات في الأوقات الشريفة كليلة القدروليلة النصف من شعبان وليلتي العيد وعرفة والجمعة وغيرها تصلى فرادى انتهى. اه

Di dalam ibaroh di atas, Ibnu Najim menyampaikan tentang kesunahan2 menghidupkan sepuluh malam di bulam romadlon, dua malam hari raya (‘ied dan idhul adlha),sepuluh malam dzilhijjah, malam nisfu sya’ban sebagaimana yang telah disampaikan dalam banyak hadits dan disebutkan di dalam at-Targhib wa at-Tarhib secara terperinci. Yang dimaksudkan dngn menghidupkan malam adalah dengan qiyamullail.
Qiyamul lail tsb sunnahnya adalah dilakukan sendiri2, dan makruh apabila dilakukan dengan berjamaah.

Jumat, 21 Juni 2013

MALAM NISFU SYA'BAN


عن علي رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال: إذا كانت ليلة النصف من شعبان فقوموا ليلها وصوموا نهارها فإن الله ينزل فيها إلى سماء الدنيا فيقول : ألا من مستغفر فأغفر له ، ألا من مسترزق فأرزقه ألا من مبتلى فأعافيه ألا كذا ألا كذا حتى يطلع الفجر. رواه ابن ماجه

Artinya
=====

“Dari Ali, semoga Allah meridhoi beliau !, dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: Apabila telah tiba malam Nisfu Sya’ban, maka hidupkanlah dengan mengerjakan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah berfirman: "Orang yang meminta ampunan kepadaku, maka akan Aku ampuni dia, orang yang meminta rizqi kepadaku, maka akan Aku berikan dia rizqi, orang yang mendapatkan cobaan, maka aku bebaskan dia dari cobaan itu, hingga fajar menyingsing." (H.R. Ibnu Majah). {Keterangan dari kitab “At-Tajul Jami’ lil Ushul”, karya Syeikh Manshur Ali Nashif, jilid 2 halam 93 dan lihat pula di kitab "Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jami' at-Tirmidzi" pada jilid 3 halaman 439-440, cetakan "Darul Fikr", Libanon Beirut

عن عائشة رضي الله عنها قالت : فقدت النبي صلى الله عليه و سلم ذات ليلة , فخرجت أطلبه , فاذا هو بالبقيع رافع رأسه الى السماء فقال : يا عائشة أكنت تخافين أن يحيف الله عليك و رسوله قلت : ظننت أنك أتيت بعض نسائك فقال : أن الله تعالى ينزل ليلة النصف من شغبان الى سماء الدنيا فيغفر لأكثر من عدد شغر غنم كلب . رواه ابن ماجه و البرمذي و أحمد