Senin, 29 Juli 2013

Puasa Khususil khusus (puasanya anbiya', mursalin, sholihin)

Bismillah
pertama - menundukkan pandangan, dari meluaskan pandangan kepada setiap yang tercela dan dibenci Allah, dan menghindari setiap yang menyibukkan hati, berpaling dari dzikir kepada Allah,

Rasululullah Shallallahu alahi wasallam bersabda :
Pandangan (tercela) adalah racun yang meracuni bagian dari racun Iblis la'anahullah, barang siapa meninggalkannya karena takut kepada Allah Ta'ala, maka Allah Ta'ala akan memberinya iman yang ia akan menemukan manisnya iman tersebut di hatinya (sanad shahih dari hadits Abi Hudaifah ra)



Termasuk tercela dan dibenci Allah
diriwayatkan Jabir ra dari Anas ra dari Rasulullah saw beliau bersabda :
lima perkara yang membatalkan (pahala) orang yang berpuasa :
Dusta, menggunjing, adu domba, sumpah palsu dan pandangan syahwat.

Kedua- menjaga lisan dari perkataan igauan/tak karuan, dusta, menggunjing, adu domba, sumpah, perkataan keji, tak berguna, bertengkar, dan berpura-pura
Melanggengkan/memperbanyak diam, menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah subhanah, dan membaca Al Qur'an, inilah puasa lisan

Sufyan ra berkata : adapun menggunjing/gosip dapat merusak puasa, diriwayatkan Basyir ibn Harits ra. Dan Laits ra meriwayatkan dari Mujahid : dua kerugian yang keduanya merusak puasa; yaitu menggunjing dan dusta

dari Abi Hurairah, Rasulullah S.a.w bersabda : " sesungguhnya puasa adalah benteng, maka apabila seseorang dari kalian berpuasa maka tiada ia dikatai kotor dan dibodohi, dan jika seseorang hendak membunuhnya atau mencelanya maka hendaknya ia berkata ; "sesungguhnya aku puasa, sesungguhnya aku puasa"

Sebuah hadits " ada dua orang yang berpuasa atas janji kepada Rasulullah saw, mereka bersungguh untuk lapar dan haus di akhir siang hingga hampir batal puasanya, kemudian mereka berdua menghadap Rasulullah s.a.w meminta izin untuk berbuka, kemudian Rasulullah mengutus seseorang untuk memberi mereka sebuah wadah dan beliau bersabda:
"Ucapkan kepada mereka; muntahkan dalam wadah apa yang kalian makan! Maka salah satu dari mereka memuntahkan sampai sebagian wadah banyaknya dan keluar darah dan daging segar, dan wanita yang lainnya memuntahkan dengan isi yang sama sampai wadah penuh, orang orang pun takjub, beliau saw pun bersabda :
Inilah dua orang yang berpuasa dari makanan yang dihalalkan oleh Allah ta'ala, dan berbuka atas apa yang diharamkan oleh Allah ta'ala atas mereka", salah satu dari mereka teman duduk bagi yang lain, mereka menjadi penggunjing manusia, maka inilah daging-daging manusia yang mereka berdua makan"(HR Ahmad dari hadits Ubaid pelayan Rasulullah saw dengan sanad tidak diketahui)......


Ke-tiga : menjaga pendengaran dari mendengarkan hal-hal yang dibenci, karena sesungguhnya setiap apa yang haram untuk diucapkan maka haram pula di dengar, karena itu Allah Ta'ala menyamakan antara pendengar dan pemakan bangkai, maka Allah Ta'ala berfirman : para pengdengar hal dusta adalah para pemakan bangkai-dan Allah Azza wa Jalla berfirman : Andai saja orang-orang shalih dan orang2 alim tidak mencegah ucapan mereka (manusia), pasti mereka berdosa dan memakan bangkai, - maka diam terhadap menggunjing adalah haram, Allah Ta'ala berfirman :Sesungguhnya kalian sekarang seperti mereka (penggunjing)
Dan karena itu Rasulullah saw bersabda : penggunjing dan pendengar adalah dua sekutu dalam dosa

Ke-empat : menjaga sisa anggota badan dari dosa-dosa, seperti tangan, kaki dan dari sesuatu yang dibenci(makruh2), menjaga perut ketika berbuka dari makanan2 syubhat.

Maka tiadalah bermakna bagi puasa dengan menjaga makanan halal kemudian berbuka dengan makanan haram, misal orang yang berpuasa seperti ini maka semisal orang yang membangun sebuah gedung kemudian merobohkan sebuah kota

Sesungguhnya makanan halal yang membahayakan adalah karena banyaknya, bukan karena jenisnya, maka puasa adalah cara menguranginya, meninggalkan berbanyak adalah obat karena takut membahayakannya
ketika seseorang kembali untuk memperoleh racun maka ia adalah orang bodoh,

Haram adalah racun bagi agama dan halal adalah obat yang menyedikitkannya adalah manfaat dan memperbanyaknya adalah berbahaya, menyengaja puasa adalah mengurangi makan,
Rasulullah saw bersabda : Betapa banyak orang yang berpuasa tiada ia peroleh dari puasanya kecuali lapar dan haus,
Dikatakan yang dimaksud : ialah orang yang berbuka dengan makanan haram, dikatakan pula : orang yang menahan (puasa) dari makanan haram tetapi berbuka atau berbatal puasanya dengan makan daging manusia sebab ghibah dan itu haram, dikatakan lagi : adalah orang yang tidak menjaga seluruh anggota badannya dari dosa
 

 Ke-lima : seseorang tidak memperbanyak makan makanan halal ketika berbuka, supaya lambung tidak penuh, maka tiada wadah yang paling dibenci oleh Allah Ta'ala kecuali perut yang penuh dengan makanan halal, lalu bagaimana mengambil faidah dari puasa jika memaksa Allah untuk memusuhi dan syahwat memalingkanya
Jika seseorang yang berpuasa menemukan semua makanan untuk bulan Ramadhan, tiada ia makan pada bulan tersebut seperti pada bulan-bulan biasanya
Sesungguhnya tujuan laparnya puasa adalah mengurangi hawa nafsu agar jiwa kuat untuk taqwa

Dan apabila Anda menolak sejumlah (makanan) dan menunggu panasnya siang sampai isya' sehingga datanglah keinginan(syahwat) dan kuatnya kesenangan kemudian Anda makan yang lezat2 dan Anda merasa cukup maka bertambahlah kelezatannya dan melemahlah kekuatan keinginan (nafsu) dan keluarlah kerasnya keinginan maka menjadi tenang,
Jika pun Anda meninggalkan jumlah (makanan) maka ruh dan rahasia puasa adalah melemahnya kekuatan (hawa nafsu) yang ia menjadi perantara syaithon untuk kembali pada kejelekan2.

Dan itu tidaklah diperoleh kecuali dengan menyedikitkan (makan)
dan menyedikitkan adalah makan apa yang biasa dimakan setiap malam ketika tidak puasa

Lalu adapun jika mengumpulkan perbekalan yang biasa dimakan di siang hari dengan yang dimakan di malam hari maka tiadalah bermanfaat puasa
Tetapi sebagian dari tatakrama adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari sehingga merasa lapar dan haus juga merasa melemahnya kekuatan...


 sebagian dari tatakrama adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari sehingga merasa lapar dan haus juga merasa melemahnya kekuatan dan hatinya menjadi bersih, hilanglah rasa berat karena lemah, sehingga ringanlah Tahajudnya. Dan harapannya semoga syaitan tidak bisa mengelilingi hatinya, dan ia dapat melihat kerajaan langit dan lailatul qadar, ibaratnya dari malam yang sesuatu terbuka dalam lail qadr yaitu sebagian kerajaan langit, dan itulah maksud dalam firman Allah Ta'ala -sesungguhnya kami menurunkan Al Qur'an pada malam yang mulia- maka barang siapa menjadikan antara hati dan dadanya suatu tempat kosong untuk makanan maka ia terhalang darinya, dan barang siapa mengkosongkan perutnya maka itu tidak cukup untuk membuka "hijab" selagi tidak kosong himmah/keinginannya tidak dari selain Allah azza wajalla
dan semua itu adalah semua perkara, dan permulaan itu semja adalah menyedikitkan makan.. dan akan ada tambahan penjelasan dalam bab makanan2 insyaallah azza wajalla


 disarikan dari bab Rahasia puasa dalam Ihya ulumiddin Jilid 1
wallahu a'lam bissawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar